Sri Mulyani: Saya Paling Benci Anggaran Dikorupsi

Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta supaya para kepala wilayah mulai gubernur, bupati, lurah, camat sampai kepala desa menggunakan perkiraan secara baik.

 

Hal tersebut ia ucapkan di hadapan ratusan pejabat wilayah dalam acara rapat koordinasi nasional camat bertema “Kebijakan Pemerintah Pusat berhubungan Pendanaan di Kecamatan, Keluarahan, dan Desa yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara” di Hotel Ciputra, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

 

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah sudah mentransfer dana ke wilayah sebesar Rp 826,8 triliun, dengan komposisi Rp 756,8 triliun guna dana wilayah dan Rp 70 triliun guna dana desa. Dengan dana tersebut, dia bercita-cita setiap daerah dapat menunjukan kinerja yang baik.

 

“Saya tersebut yang penting perkiraan dialokasikan menurut kinerja. Saya sangat benci kalau perkiraan dikorupsi, saya paling tidak suka, karena tersebut kejahatan yang sangat tinggi,” ucap Sri Mulyani.

 

Menurutnya, masing-masing pejabat wilayah harus mempunyai perencanaan dan pengamalan pembangunan yang matang.

 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengaku tak ingin perkiraan yang seharusnya ditujukan guna kesejahteraan rakyat, tidak berbobot | berbobot | berkualitas baik.

 

“Saya paling tidak suka andai ada alokasi perkiraan yang masuk namun tidak terdapat hasil, misalnya buat jalan ngaco, tidak dapat buat program yang baik guna rakyat, saya benci sekali itu,” tegasnya

 

 

Di samping itu, Sri Mulyani menjanjikan perkiraan yang dianggarkan pemerintah bakal menyesuaikan kinerja dari distrik tersebut.

 

“Prinsipnya performance based, budgeting menurut performance bukan nama. Kalau pak camat bu camat terdapat tugas gimana tugasnya budget mengikuti,” jelas Sri Mulyani.

 

“Saya menkeu terus evaluasi supaya APBN konsistenn pakai aplikasikan perkiraan yang memang basisnya menurut kinerja. Ini adalahbagian pertanggungjawaban publik,” pungkasnya.

author 1